Kelebihan Dan Kekurangan Ct-Scan


Kelebihan CT scan
  • Gambar yang dihasilkan memiliki resolusi yang baik dan akurat.
  • Tidak invasive (tindakan non-bedah).
  • Waktu perekaman cepat.
  • Gambar yang direkontruksi dapat dimanipulasi dengan komputer sehingga dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.

Kekurangan CT scan
  • Paparan radiasi akibat sinar X yang digunakan yaitu sekitar 4% dari radiasi sinar X saat melakukan foto rontgen. Jadi ibu hamil wajib memberitahu kondisi kehamilannya sebelum pemeriksaan dilakukan.
  • Munculnya artefak (gambaran yang seharusnya tidak ada tapi terekam). Hal ini biasanya timbul karena pasien bergerak selama perekaman, pasien menggunakan tambalan gigi amalgam atau sendi palsu dari logam, atau kondisi jaringan tubuh tertentu.
  • Reaksi alergi pada zat kontras yang digunakan untuk membantu tampilan gambar.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
  • Observasi keadaan alergiterhadap zat kontras yang disuntikan. Bila terjadi alergi dapat diberikan deladryl 50 mg.
  • Mobilisasi secepatnya karena pasien mungkin kelelahan selama prosedur berlangsung.
  • Ukur ntake dan out put. Hal ini merupakan tindak lanjut setelah pemberian zat kontras yang eliminasinya selama 24 jam. Oliguri merupakan gejala gangguan fungsi ginjal, memerlukan koreksi yang cepat oleh seorang perawat dan dokter


Definisi CT-SCAN


CT SCANNER 


1. DEFINISI
CT Scan ( Computed Tomography Scanner ) adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mendapatkan gambaran dari berbagai sudut kecil dari tulang tengkorak dan otak.
CT-Scan merupakan alat penunjang diagnosa yang mempunyai aplikasi yang universal utk pemeriksaan seluruh organ tubuh, seperti sususan saraf pusat, otot dan tulang, tenggorokan, rongga perut.
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memperjelas adanya dugaan yang kuat antara suatu kelainan, yaitu :
a.Gambaran lesi dari tumor, hematoma dan abses.
b.Perubahan vaskuler : malformasi, naik turunnya vaskularisasi dan infark.
c.Brain contusion.
d.Brain atrofi.
e.Hydrocephalus.
f.Inflamasi.


Gambar 1. CT scan

2. PRINSIP DASAR
Prinsip dasar CT scan mirip dengan perangkat radiografi yang sudah lebih umum dikenal. Kedua perangkat ini sama-sama memanfaatkan intensitas radiasi terusan setelah melewati suatu obyek untuk membentuk citra/gambar. Perbedaan antara keduanya adalah pada teknik yang digunakan untuk memperoleh citra dan pada citra yang dihasilkan. Tidak seperti citra yang dihasilkan dari teknik radiografi, informasi citra yang ditampilkan oleh CT scan tidak tumpang tindih (overlap) sehingga dapat memperoleh citra yang dapat diamati tidak hanya pada bidang tegak lurus berkas sinar (seperti pada foto rontgen), citra CT scan dapat menampilkan informasi tampang lintang obyek yang diinspeksi. Oleh karena itu, citra ini dapat memberikan sebaran kerapatan struktur internal obyek sehingga citra yang dihasilkan oleh CT scan lebih mudah dianalisis daripada citra yang dihasilkan oleh teknik radiografi konvensional.
CT Scanner menggunakan penyinaran khusus yang dihubungkan dengan komputer berdaya tinggi yang berfungsi memproses hasil scan untuk memperoleh gambaran panampang-lintang dari badan. Pasien dibaringkan diatas suatu meja khusus yang secara perlahan – lahan dipindahkan ke dalam cincin CT Scan. Scanner berputar mengelilingi pasien pada saat pengambilan sinar rontgen. Waktu yang digunakan sampai seluruh proses scanning ini selesai berkisar dari 45 menit sampai 1 jam, tergantung pada jenis CT scan yang digunakan( waktu ini termasuk waktu check-in nya).
Proses scanning ini tidak menimbulkan rasa sakit . Sebelum dilakukan scanning pada pasien, pasien disarankan tidak makan atau meminum cairan tertentu selama 4 jam sebelum proses scanning. Bagaimanapun, tergantung pada jenis prosedur, adapula prosedur scanning yang mengharuskan pasien untuk meminum suatu material cairan kontras yang mana digunakan untuk melakukan proses scanning khususnya untuk daerah perut.

3. PRINSIP KERJA 








Gambar 3. Bagan Prinsip Kerja CT Scanner
Dengan menggunakan tabung sinar-x sebagai sumber radiasi yang berkas sinarnya dibatasi oleh kollimator, sinar x tersebut menembus tubuh dan diarahkan ke detektor. Intensitas sinar-x yang diterima oleh detektor akan berubah sesuai dengan kepadatan tubuh sebagai objek, dan detektor akan merubah berkas sinar-x yang diterima menjadi arus listrik, dan kemudian diubah oleh integrator menjadi tegangan listrik analog. Tabung sinar-x tersebut diputar dan sinarnya di proyeksikan dalam berbagai posisi, besar tegangan listrik yang diterima diubah menjadi besaran digital oleh analog to digital Converter (A/D C) yang kemudian dicatat oleh komputer. Selanjutnya diolah dengan menggunakan Image Processor dan akhirnya dibentuk gambar yang ditampilkan ke layar monitor TV. Gambar yang dihasilkan dapat dibuat ke dalam film dengan Multi Imager atau Laser Imager.
Berkas radiasi yang melalui suatu materi akan mengalami pengurangan intensitas secara eksponensial terhadap tebal bahan yang dilaluinya. Pengurangan intensitas yang terjadi disebabkan oleh proses interaksi radiasi-radiasi dalam bentuk hamburan dan serapan yang probabilitas terjadinya ditentukan oleh jenis bahan dan energi radiasi yang dipancarkan. Dalam CT scan, untuk menghasilkan citra obyek, berkas radiasi yang dihasilkan sumber dilewatkan melalui suatu bidang obyek dari berbagai sudut. Radiasi terusan ini dideteksi oleh detektor untuk kemudian dicatat dan dikumpulkan sebagai data masukan yang kemudian diolah menggunakan komputer untuk menghasilkan citra dengan suatu metode yang disebut sebagai rekonstruksi.
• Pemrosesan data
Suatu sinar sempit (narrow beam) yang dihasilkan oleh X-ray didadapatkan dari perubahan posisi dari tabung X-ray, hal ini juga dipengaruhi oleh collimator dan detektor. Secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 4. Collimator dan Detektor
Sinar X-ray yang telah dideteksi oleh detektor kemudian dikonversi menjadi arus listrik yang kemudian ditransmisikan ke komputer dalam bentuk sinyal melaui proses berikut :

Gambar 5. Proses pembentukan citra
Setelah diperoleh arus listrik dan sinyal aslinya, maka sinyal tadi dikonversi ke bentuk digital menggunakan A/D Convertor agar sinyal digital ini dapat diolah oleh komputer sehingga membentuk citra yang sebenarnya.
Hasilnya dapat dilihat langsung pada monitor komputer ataupun dicetak ke film. Berikut contoh citra yang diperoleh dalam proses scanning menggunakan CT Scanner :

Gambar 6.Hasil whole body scanning


4. APLIKASI CT SCAN
CT Scanner memiliki kemampuan yang unik untuk memperhatikan suatu kombinasi dari jaringan, pembuluh darah dan tulang secara bersamaan. CT Scanner dapat digunakan untuk mendiagnose permasalahan berbeda seperti :
• Adanya gumpalan darah di dalam paru-paru (pulmonary emboli)
• Pendarahan di dalam otak ( cerebral vascular accident)
• Batu ginjal
• Inflamed appendix
• Kanker otak, hati, pankreas, tulang, dll.
• Tulang yang retak

5. PERKEMBANGAN TERKINI CT SCAN 

CT Scan Terbaru Pangkas Radiasi 90%

Go4HealthyLife.com, Jakarta - Meski amat berguna untuk meneliti lebih dalam terhadap sebuah penyakit, namun teknologi pemindaian dengan memanfaatkan sinar X, seperti CT scan ini memancarkan radiasi tinggi yang berpotensi merusak jaringan di dalam tubuh. Untuk itu, para ahli berlomba-lomba menghasilkan CT scan yang rendah radiasi.

Hasilnya adalah sebuah CT scan jantung terbaru yang diklaim memiliki radiasi yang jauh lebih rendah dibandingkan CT scan standar. Coba bayangkan, radiasi dari CT scan teranyar ini sekitar 91% lebih rendah ketimbang CT scan yang digunakan saat ini.        

"CT angiography koroner telah membangkitkan antusiasme tinggi belakangan ini terkait dengan akurasinya yang sanat tinggi dalam mendiagnosis pasien yang diduga atau sudah terserang penyakit jantung koroner. Namun, antusiasme itu terganggu oleh kekhawatiran mengenai tingginya radiasi yang akan diterima si pasien," ujar Dr. Andrew J. Einstein, direktur cardiac CT research di Columbia University Medical Center.

Einstein bersama timnya membandingkan pemancaran radiasi dari CT scan standar yang memiliki 64 detektor -- yang mampu memindai jantung sepanjang 4 sentimeter dalam sekali pemindaian -- dengan CT scan teranyar yang memiliki 320 detektor, yang dapat memindai jantung 16 cm. Itu artinya, keseluruhan panjang jantung dapat dipindai dalam sekali rotasi dan dalam satu kali denyutan.   

Dengan teknologi terbaru ini, dijamin gambar yang dihasilkan lebih jelas dan tak putus-putus. Terlebih lagi, radiasi yang diterima pasien amat kecil karena durasi pemindaian hanya sekitar 0,35 detik, kata Einstein dalam pernyataannya di Radiological Society of North America.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Radiologi terbitan Maret itu juga ditemukan bahwa dosis radiasi efektif adalah sebesar 35,4 millisievert (mSv) untuk CT scan yang memiliki detektor 64 baris dan 4,4 mSv untuk CT scan 320 baris detektor.

Ketika kemampuan teknologi CT meningkat dari 16 menjadi 64 detektor, dosis radiasinya naik secara signifikan. Saat ini perkembangan teknologi berjalan ke arah yang berlawanan, yaitu mulai mengurangi pancaran radiasi.


6. DAFTAR PUSTAKA
http://www.go4healthylife.com/articles/572/1/CT-Scan-Terbaru-Pangkas-Radiasi-90-/Page1.html
http://en.wikipedia.org/wiki/X-ray_computed_tomography
http://tugaskpipfateha.blogspot.com/

Pengertian Pesawat Dental

pesawat dental


A.    Pengertian
Dental x-ray adalah alat yang digunakan untuk mendapatkan gambar dari gigi, tulang, dan jaringan lunak disekitarnya, untuk membantu menemukan masalah pada gigi, mulut, dan rahang. Gambaran radiografinya dapan menunjukkan, struktur gigi yang berlubang, struktur gigi yang tersembunyi (gigi bungsu) dan tulang keropos yang tidak bisa dilihat pada pemeriksaan visual.

 

B.     Bagian-bagian dari pesawat dental
a.       Kontrol panel
Berfungsi untuk mengatur parameter pesawat. Pada panel kontrol terdapat ekspose switch, lampu ready, pengatur waktu, dan beberapa panel indikator.
Pada pesawat dental, kV dab mA sudah diatur dari pabrik pembuatan pesawat. kV standar ±70, mA 1,0-5,0 dan Second ±1
b.      Extension arm
Fungsinya sebagai tiang penyangga dan penghubung antara panel kontrol dan tube head. Bagian ini dapat berputar dan bergerak vertikal melalui kuk yang dapat berputar 360° secara horizontal dimana ia terhubung.
c.       Tube head
Sebagai tempat diproduksinya sinar-x. Tabung sinar-x menggunakan anoda statis karena keterbatasan ruang tube head. Tabung ini memancarkan radias dalam bentuk foton (x-ray)
d.      Silinder conus
Fungsinya untuk meluruskan tube head ke pasien dan film. Silinder conus dilengkapi dengan timbal untul mencegah penyebaran radiasi. Terdapat dua jenis conus, yaitu silinder ujung terbuka dan silinder ujung tertutup/
C.     Film dental
Jenis film yang digunakan pada pesawat dental adalah film khusus yang merupakan ingle emulsi.untuk mempermudh memposisikan pasien, digunakan bitewing.
 
 

Dental Materi

Dental Material

1. Dental resin
Syarat-syarat yang diperlukan : Bahan-bahan ini harus mempunyai sifat transparan dan dapat diwarnai agar dapat meniru jaringan mulut, tidak berubah warna di dalam maupun diluar mulut, harus stabil dimensinya dalalam segala kondisi,mempunyai kekuatan ( resilience ) dan tahan terhadap abrasi dalam penggunaan yang normal, tidak dapat menyerap cairan mulut sehingga tetap bersih atau tidak menjadi berbau, harus dapat dibersihkan dengan mudah, tidak  berasa, tidak berbau, non toxic dan tidak mengiritasi jaringan, tidak dapat larut dalam cairan mulut, harus ringan dan relative Thermal conductivity yang tinggi, temperatur yang tertinggi dari makanan dan minuman,harus dapat di reparasi,mudah di manipulasikan dengan alat-alat sederhana.
2. Dental Cement
Pada umumnya dental cement dipakai untuk 2 tujuan utama yaitu sebagai bahan tambalan/restorasi dan juga sebagai bahan perekat tambalan atau pesawat-pesawat yang fixed didalam mulut. Adapun guna dari dental cement itu sendiri adalah sebagai bahan perekat untuk melekatkan inlay, crown, band-band ortho, dll dan juga sebagi insulator terhadap thermalshock dibawah restorasi logam, sebagai bahan tambalan temporer dan kadang-kadang permanen untuk tambalan gigi decidui, sebagai bahan pengisian saluran akar, serta sebagi bahan pulp caping.
3. Dental porcelain
Dental porcelain terdiri dari powder ceramic yang diwarnai dan air yang dicampurkan membentuk pasta yang dapat dibentuk sesuai yang diinginkan kemudian dibakar padatemperature yang tinggi. Dental porcelain ada 2 macam yaitu untuk membuat gigi tiruan (dipabrik) dan untuk membuat crown atau inlay. Kedua macam ini sama dalam komposisi, kimiawi dan teknik untuk memanipulasikannya.
4. Metallurgy
Metal merupakan element khemis yang sering lebih untuk mengkarakteristikkannya dari pada elemen yang lain. Biasanya pada keadaan normal metal merupakan benda padat, kecuali Hg (mercury) dan kemungkinan juga gallium yang berbentuk liquid. Hydrogen juga merupakan gas pada temperature kamar yang normal. Logam mempunyai sifat khas yang sulit dimiliki oleh substansi lain yakni bilamana di polis menunujukkan permukaan yang berkilat. Secara umum metal yang baku lebih keras, lebih kuat dan lebih padat dari pada elemen-elemen yang lain. Metal mempunyai karakteristik yang lain yaitu mereka merupakan thermal dan electrical konduktor yang baik. Dalam hal ini definisi yang baik untuk suatu logam bila dipandang dari sudut khemis bukan dari sudut fisisnya yaitu setiap elemen khemis yang berionisasi positif di dalam larutannya disebut dengan logam.
Metallurgy terbagi 2 yaitu wrought metal ( logam tempa ) dan dental amalgam. Logam tempa adalah logam yang dalam memanipulasikannya harus dipanaskan terlebih dahulu diatas titik cairnya dan kemudian dibiarkan membeku. Sedangkan dental amalgam adalah bahan restorasi gigi, amalgam merupakan bahan yang paling banyak dipakai. Amalgam merupakan suatu tipe alloy dengan salah satu komponennya adalah mercury ( Hg ). Dan walaupun amalgam merupakan liquid pada temperature kamar tetapi dapat dijadikan alloy dengan metal lain dalam keadaan solid. Proses ini disebut dengan amalgasi ( tion ).

5. Bahan abrasive/polishing
Bahan abrasive/polishing merupakan suatu bahan untuk meratakan, menghaluskan dan mengkilapkan. Berbagai macam bahan abrasive dipergunakan di kedokteran gigi, diantaranya adalah emery yang merupakan suatu aluminium oxide alam yang sering disebut corundum, aluminium oxide adalah bahan abrasive murni dari berbentuk emery, garnet dibentuk dari sejumlah mineral digunakan pada polishing gigi, pumice berupa bubuk abrasive kedokteran gigi atau bahan polish untuk conservative, zirconium silicate merupakan bahan yang digunakan sebagai bahan polish konservatif, diatomaceous earth merupakan bahan abrasive dan polishing tetapi juga sebagai filer pada beberapa bahan kedokteran gigi, tripolis merupakan bahan yang dipaki untuk polish ringan, rouge yang merupakan bahan berbentuk  padatan yang mempunyai komposisi iron oxide,iron oxide ini dipergunakan sebagai bahan polish untuk gigi dan restorasi metal dalam mulut, sand adalah pasir dan bentuk lain dari quartz, carbides terdiri dari silicon carbides dan boron carbides, serta diamond yang paling keras dan sangat efektif untuk enamel gigi.
Sifat mekanis
Sifat mekanis dibatasi oleh hokum-hukum mekanika, yaitu ilmu fisika yang berhubungan dengan tekanan dan energy serta efeknya pada benda. Sifat mekanis lebih berkisar pada keadaan stabil, keadaan istirahat, bukan benda dinamis yang bergerak. Suatu kategori sifat fisik adalah kelompok sifat mekanis yang paling sering dinyatakan dalam unit tekanan dan tegangan. Unit-unit tersebut mewakili pengukuran yang merupakan perubahan bentuk elastisik atau reversible yaitu batas keseimbangan, daya lenting,dan modulus elastisitas.
Sifat biologi
Berdasarkan pada kriteria ini, persyaratan untuk sifat biokompabilitas bahan-bahan kedokteran gigi mencakup hal berikut yaitu bahan tersebut tidak boleh membahayakan pulpa dan jaringan lunak, bahan tersebut tidak boleh mengandung substansi toxic yang larut dalam air, yang dapat dilepaskan dan diserap kedalam system sirkulasi sehingga menyebabkan respons toxic sistemik, bahan tersebut harus bebas dari bahan berpotensi menimbulkan sensitivitas yang dapat menyebabkan suatu respon alergi, bahan tersebut juga tidak boleh memilki potensi karsinogen

Pengertian Radiologi




Radiologi adalah suatu ilmu tentang penggunaan sumber sinar pengion dan bukan pengion, gelombang suara dan magnet untuk imaging diagnostik dan terapi.

Dari pengertian itu, bidang-bidang yang termasuk dalam radiologi adalah
  • v  Radiodiagnostik, yaitu cabang ilmu radiologi yang memanfaatkan sinar pengion ( Sinar X ) untuk membantu diagnosa dalam bentuk foto yang bisa di dokumentasikan.
  •  Radioterapi, adalah salah satu regimen terapi untuk penyakit terutama keganasan ( kanker ) dengan menggunakan sinar pengion/radioaktif.
  • v  Kedokteran Nuklir, yaitu bidang kedokteran yang memanfaatkan materi radioaktif ( radioisotop ) untuk menegakkan diagnosis dan mengobati penderita serta mempelajari penyakit manusia. Bisa juga untuk pemeriksaan dinamika organ misalnya pemeriksaan fungsi jantung dan ginjal.
  • v  Ultrasonografi, adalah penggunaan gelombang suara frekuensi sangat tinggi / ultrasonik ( 3,5 – 5 MHz ) untuk membantu diagnosis. Ultrasound adalah gelombang suara dengan frekuensi lebih dari 20.000 Hz. Yang di gunakan dalam bidang kedokteran antara 1 – 10 MHz.
  • v   MRI ( Magnetic Resonance Imaging ), adalah teknik diagnosa yang memanfaatkan medan magnet dan gelombang frekuensi radio. Pemeriksaan ini tidak menimbulkan bahaya radiasi, hanya ada beberapa pasien dengan kondisi tertentu tidak di perkenankan memanfaatkan aplikasi ini. Keunggulan lain dari MRI adalah dapat di peroleh hasil gambar berupa penampang dari berbagai arah.
  •  

Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/radiology/2173571-pengertian-radiologi/#ixzz2SUMLzZon

- Copyright © RADIOLOGI ILMU RADIASI - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -